 | Category: | Music | | Genre: | Other | | Artist: | Pure Saturday, Jeruji, La Luna, dll. |
Review from Charity Afternoon June 26th, 2006
Hoy, buat para pengunjung dan band pendukung. Thx. udah maen di acara Charity Afternoon. Untuk ukuran kegiatan di Common Room, acara ini tergolong sukses. Apalagi setelah kita berhasil ngumpulin sejumlah uang untuk teman-teman yang menjadi korban gempa di kota Yogyakarta (gua belom tau pasti kita dapetnya berapa, laporan menyusul boss!). Rencananya nanti, uang hasil acara ini akan kita salurkan melalui teman2 studio biru (www.studiobiru.info).
Pokoknya terimakasih banyak buat band pendukung: Anak2 KLABKLASSIK (Syarif dkk.), KLAB JAZZ (Niman dkk.), 4 A.M, Brother’s Beat, La Luna, The S.I.G.I.T, Jeruji, Jaeger Boy’s Transistor (Ni’ang dkk) dan Adi Gembel (Forgotten), yang bertindak sebagai MC. Selain itu terimakasih juga buat para pendukung acara yang lain dan para volunter yang ikut membantu lancarnya acara ini.
Acaranya seru banget. Dibuka sama Syarif dkk. yang memainkan musik klasik. selanjutnya teman-teman dari Klab Jazz juga ikut unjuk gigi (4 A.M. & Brother’s Beat), maenin musik jazz dengan keterampilan memainkan alat musik yang ok. Pertunjukan dilanjutkan oleh La Luna yang berhasil menyulap suasana sore di Common Room jadi rada “waas”. Setelah itu, The S.I.G.I.T ambil bagian, minus pemain drum. Jadinya lagu rock garasi yang nyantai tapi garang.
Jeruji membawakan beberapa karya lawas plus lagu ”Do the Fight” yang sukses membuat para penonton terhibur. Jarang-jarang liat Jeruji memainkan musik mereka dengan instrumen akustik. Semua penonton menjadi saksi hidup sambil sesekali tertawa dan bertepuk tangan. Apalagi waktu mendengar lagu “Semua Akan Mati” yang diselingi dengan anthem ala Dedi Stanzah.
Pure Saturday yang kebetulan juga jadi saksi hidup gempa Yogyakarta menyapa penonton dengan berbagi pengalaman ketika mereka mengalami gempa. Kita semua memang harus bersyukur kalau sampai sekarang masih bisa menghirup napas secara leluasa. Setelah membawakan beberapa lagu sebagai pemanasan, Iyo memanggil Manik (La Luna) untuk nyanyi bareng. Sumpah! Jadi tambah waas! Pertunjukan terakhir diisi oleh Jaeger Boy’s Transistor yang menhadirkan Hendy si manusia lampu. Dengan beat yang energik, Hendy mengimbangi performance Jaeger Boy’s dengan meledak-ledak seperti orang yang lagi kesurupan…Cageur euy!
Salam, -Gustaff
ps: Salut buat teman2 Yogyakarta yang mampu bertahan dan kembali bangkit setelah dilanda bencana gempa. Semoga arwah para korban diterima di sisi yang maha esa, dan mereka yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.  Ini saya tulis beberapa barang yang ada di sekitar mejanya Reina (searah jarum jam): 1.Piring bekas makan mie goreng pake udang. Di dalemnya ada sisa mie, cangkang udang & sumpit. Warna sumpitnya beda, yang satu merah, yang satu lagi item bermotif. 2. Kertas alamat email panitia seminar Artepolis. 3. Gelas, isinya air putih 4. Kotak kaleng Coca Cola. 5. Kotak plastik. Dalemnya beberapa cap organisasi dan cap ketua RT. 6. Amplop tagihan internet. Warnanya abu-abu. 7. Wadah alat tulis, dalemnya ada cutter, pulpen, pinsil dan hecter. 8. Tinta cap. 9. Cap Common Room Foundation, 10. Plastik bening, isinya kabel kecil. 11. Kotak warna hitam. Isinya nggak tau apa. 12. Stamp pad merek "JOYKO". 13. Flashdisk Snadisk Cruzer Mini 256. 14. Penjepit kertas. 15. kabel-kabel koneksi. 16. Notes kecil MONIK. 17. Notes kecil polos. 18. Printer Canon S600. 19. Mouse. 20. Kaca mata. 21. Undangan acara Kelola Foundation. 22. Tempat CD. 23. Dokumen presentasi seminar Artepolis. Judulnya Urban Cartography V.0.1/ Bandung Creative Communities 1995 - 2005. 24. Adaptor. 25. Udah, kayaknya cuma segitu. Beberapa barang yang ada di atas meja & sekitarnya (daftarnya gua susun searah jarum jam): 1. Hardisk eksternal dengan bungkus terbuat dari kulit berwarna hitam. Di dalamnya ada kabel konektor USB dan Firewire. Sangat berguna untuk menyimpan file berukuran besar. 2. Novation, X-Station 25. Mesin penghasil suara yang terkoneksi sama laptop. Lumayan berguna untuk mengisi waktu senggang dan menyalurkan ketegangan. Asli, alat ini buat katarsis. 3. Behringer Eurorack UB802. Mesin untuk mencampur suara dari sumber yang berlainan. Ada 4 saluran (2 mono, 2 stereo). 4. Flash Disk LG 256 MB. Punya temen saya Tanto. Barusan saya pinjem buat mindahin beberapa file untuk presentasi hasil riset di seminar Artepolis (www.artepolis.info) 5. Flash Disk Cruzer Mini 256. Ini flash disk saya yang ke dua. Yang pertama rusak gara-gara kebodohan sendiri. Gadget elektronik ternyata barang yang sensitif, makanya kalo mau awet harus hati-hati pakenya! Bloon! 6. Binder Clips No. 155 satu kotak. Alat penjepit kertas dan dokumen cetak lainnya. 7. Hole Punch. Alat ini berguna untuk membuat lubang di kertas, sehingga lebih mudah untuk disusun ke dalam satu file cabinet yang rapi. 8. Kotak pinsil dan pulpen. Di dalamnya ada pulpen, pinsil, cutter, kartu nama, stabilo, hecter dan satu botol kecil wiski Jameson dari Irlandia. Botol ini bakal saya buka kalau waktunya tepat. 9. 1 unit spiker digital. 10. Kalender 2006. Sekarang sudah bulan Juni, tanggal 25. 2 + 5 = 7. Sekarang tahun 2006, tahun depan 2007. 2+0+0+7=9. 11. 1 Manekin kecil terbuat dari kayu. Buat konsumen setia IKEA, pasti femiliar sama orang-orangan model gini. Di toko Hidayat ada yang rada bagusan. Kalo gak salah, tante Tidar juga jual yang telapak tangan. Pengen punya euy. 12. Maenan mercu suar dari kayu. Warnanya merah, putih, item dan kuning. Di atasnya ada karet gelang butut. 13. Tangan-tanganan dari keramik. Bikin sendiri dulu banget, waktu masih kuliah. 14. Gambar saya sama Rena. Yang bikin Tanto, hadiah perkawinan. Terbuat dari tinta cina di atas kertas, khas gambar Tanto banget. 15. Maenan TV plastik yang bisa dijadiin celengan. Belinya udah lama banget. Kalo gak salah di toko maenan di sekitar Alun-Alun Bandung. 16. Mouse pad warna biru. Kalo nggak salah beli di Bangkok waktu kesasar di kompleks pertokoan yang isinya pernak-pernik interior. 17. Laptop, sekarang lagi dipake nulis. 18. Ampli kecil merek Fender. Ampli ini meskipun kecil tapi powerfull dan punya karakter suara yang bagus banget. Keliatannya udah berumur, karena warnanya busuk. Ampli ini dulu ada di Muararajeun. Kalo nggak salah yang bawa si Moro. Sering dipake sama Adam. Tapi sekarang di tahan di studio saya. 19. SH-2 warisan Oom Harry Roesly. Sebetulnya nggak sengaja nyampe kesini. Setelah berpindah tangan beberapa kali, akhirnya benda yang bisa bikin suara aneh ini nyangkut di sini. 20. Art work pribadi saya. Judulnya "Mother". Dibuat sekitar tahun 2003 kalo nggak salah. Karya kolase di atas kertas. Di situ ada gambar vagina yang saya ambil dari majalah porno yang dibeli di Cikapundung. Yang jualnya bisik-bisik. Katanya takut ketangkep sama Satpol PP. Karya ini pernah dipamerin di Galeri Kita. Setelah itu dikoleksi oleh Agung Hujatnikajenong, kurator muda yang bikin usaha jahitan di rumahnya. Tapi karena masih seneng ngeliat karya ini, saya sita dan disimpen lagi di studio. Suatu saat pasti saya balikin lagi ke Agung. 21. Ntar daftarnya saya terusin kalo lagi niat...
| |